APABILA LANGIT TERBELAH
kata-kata mutiara imam syafii
Berpisah Dengan Dunia

Ilustrasi : http://www.dongluccuocsong.info
Sesungguhnya Allah memiliki hamba-hamba yang cerdas dan sadar~Imam Syafi’i
Mereka rela berpisah dengan dunia dan takut akan fitnah
Mereka melihat kedalamnya dan saat mereka tahu
Bahwa dunia bukanlah negeri untuk kehidupan
Mereka pun menjadikannya hanya sebagai perairan luas
Mereka mulai melakukan amal saleh dan menjadikannya sebagai bahtera diatasnya
Sungguh, jika manusia memahami betul
bahwa dalam Al-Quran selalu disebutkan bahwa sesungguhnya dunia hanyalah
tipu daya, permainan dan senda gurau, tentu mereka tidak akan
mengejarnya. Karena dunia tergenggam oleh orang-orang yang mengejar
kehidupan abadi, kehidupan akhirat. Seandainya mereka mau memikirkannya.
Syair Imam Syafii Tentang Ahli Nujum (Tukang Ramal)
Sampaikan pesanku kepada para ahli nujum
Bahwa aku menyangsikan apa yang diputuskan bintang-bintang
Mereka menyangka tahu apa yang telah dan akan terjadi
Padahal putusan Tuhan Yang Maha Menguasai itulah yang pasti terjadi
Nasab Imam Syafi’i

Imam Syafi’i dilahirkan
pada tahun 150 Hijriah, di Ghaza, Palestina (Riwayat Hakim melalui
Muhammad ibn Abdillah ibn Al Hakam. Ia berkata, “Kudengar Syafi’i
bertutur, ‘Aku dilahirkan di Ghaza, kemudian ibuku memboyongku ke
Asqalan'”.
Nama lengkap Imam Syafi’i adalah
Abu abdillah Muhammad ibn Idris ibn al-Abbas ibn Utsman ibn Syafi’ ibn
al-Sa’ib ibn “Ubaid ibn Abd Yazid ibn Hasyim ibn Muthalib ibn Abdi
Manaf. Akar nasab Syafi’i bertemu dengan nasab Nabi Muhammad saw., tepatnya pada moyangnya yang bernama Abdi Manaf.
Abdi Manaf adalah moyang nabi Muhammad saw yang memiliki empat putera :
1. Hasyim, (darinya terlahir Nabi Muhammad saw)
2. Muthallib, (darinya terlahir Imam Syafi’i)
3. Naufal, (kakek dari Jabir ibn Muth’im)
4. Abd Syams, (kakek moyang Bani Umayyah)
1. Hasyim, (darinya terlahir Nabi Muhammad saw)
2. Muthallib, (darinya terlahir Imam Syafi’i)
3. Naufal, (kakek dari Jabir ibn Muth’im)
4. Abd Syams, (kakek moyang Bani Umayyah)
Dengan demikian, nasab keluarga Muhammad
ibn Idris ibn Abdullah al-Syafi’i bertemu dengan nasab Nabi, tepatnya
pada Abdi Manaf sebagai kakek moyang Nabi Muhammad.
Ada sebuah syair tentang nasabnya Imam Syafi’i :
Nasabnya seakan disinari mentari pagi
Dan menjadi tiang bagi lentera
Di dalamnya hanya para pemuka dan putra para pemuka
Yang terhormat, mulia dan bertakwa
Jangan Berhenti Belajar

Imam syafi’i adalah seorang imam yang hidupnya penuh dengan ilmu dan amal, dan tentu saja, seorang pembelajar yang tidak pernah berhenti mencari ilmu.
Belajarlah! Seseorang tidak dilahirkan sebagai orang alim~ Imam syafi’i
Pemilik ilmu tidak seperti seorang bodoh
Pemimpin satu kaum yang tidak memiliki ilmu
Terlihat kecil jika dikelilingi pasukannya
Orang yang kecil ditengah suatu kaum
Jika berilmu, ia terlihat besar di masyarakatnya
Cara Membuka Hati

Jika ada sebuah khalwat yang diperbolehkan dan dianjurkan oleh Imam Syafi’i, maka hanya dengan Allah sajalah kita berkhalwat. Niscaya hati akan terbuka, seperti dalam syairnya :
Siapa yang ingin hatinya dibukakan Allah dan berikan hikmah maka ia harus berkhalwat, mengurangi makan dan tidak bergaul dengan orang-orang bodoh serta membenci orang alim yang tidak adil dan tidak berakhlak~ Imam syafi’i
Kekayaan jiwa
Imam Syafi’i terlahir miskin dan sejak kecil sudah menjadi anak yatim, tapi beliau memiliki jiwa yang kaya karena kezuhudannya.
Related Post :
Jika kau mau hidup kaya maka jangan puas dengan satu keadaan~ Imam syafi’i
Kecuali jika kau puas dengan yang lebih sedikit darinya
Related Post :
Syair Untuk Perantau

Imam syafi’i adalah cendekiawan muslim yang cerdas. Kecerdasannya dalam berbahasa menjadikan beliau unggul dari teman-temannya dibidang ilmu dan fiqih karena ia banyak mendapatkan ilmu sastra dari gurunya, Imam Malik dan dari ulama-ulama lainnya. Imam syafi’i menuliskan syair tentang merantau yang termahsyur :
Orang yang berakal dan berbudaya takkan tenang berdiam di satu tempat~ Imam syafi’i
Karena itu, tinggalkanlah kampung halaman dan mengembaralah!
Pergilah, niscaya kau akan menemukan ganti dari orang yang kau tinggalkan
Dan berusahalah karena kenikmatan hidup ada dalam usaha
Aku melihat genangan air dapat merusak air tersebut
Sekiranya air itu mengalir, niscaya ia menjadi baik, jika ia diam maka ia menjadi rusak
Seekor singa, jika tidak meninggalkan hutan, ia tidak akan menjadi buas
Anak panah, jika tidak meninggalkan busur, ia tidak akan mengenai sasarannya
Jika matahari selamanya tetap pada orbitnya
Niscaya orang Arab dan non-Arab akan bosan melihatnya
Emas itu seperti tanah jika dibiarkan di tempat aslinya
Dahan yang jatuh ke tanah hanya akan menjadi kayu bakar
Jika seseorang mengembara maka pencariannya akan mulia
Jika ia mengembara maka ia akan mulia seperti emas
Nilai Seorang Manusia

Imam syafi’i berpesan tentang sebuah nilai manusia, bahwa nilai manusia itu terletak pada ilmunya, bukan pada pakaian yang tampak pada manusia, Berikut adalah syair Imam Syafi’i
Aku mengenakan pakaian yang jika semuanya kujual~ Imam syafi’i
Niscaya menghasilkan uang yang banyak
Dalam pakaian itu ada satu napas jika dibandingkan dengan
napas-napas orang yang berpenyakit paru-paru maka ia lebih besar
Merusak sarung pedang takkan merusak ketajaman pedangnya
Meski pedang itu patah sepanjang sarungnya
Tuliskanlah

Imam Syafi’i terbiasa menulis, dan beliau mencatatkannya dalam sebuah syair.
Berikut adalah kata-kata mutiara Imam Syafi’i
Ilmu bak buruan dan catatan adalah pengikatnya~ Imam syafi’i
Ikatlah buruanmu dengan tali yang kuat
Sungguh bodoh jika kau berhasil memburu rusa
Namun kau biarkan ia tak terikat di tengah mahluk lain
Apabila Mereka Tahu Akan Hal Ghaib

Orang yang lelah hidup akan pergi ke suatu negeri
Sementara kematian terus mengintainya dari negeri itu
Orang yang tertawa padahal kematian melihatnya dari atas kepala
Sekiranya ia tahu hal ghaib, ia akan mati karena kesedihannya
Siapa yang tidak diberi pengetahuan tentang hari esok
Apa yang ia pikirkan tentang rezeki esok yang masih jauh?
~Imam Syafi’i
