Senin, 31 Agustus 2015

KATA - KATA MUTIARA IMAM SYAFI'I

Berpisah Dengan Dunia

Sesungguhnya Allah memiliki hamba-hamba yang cerdas dan sadar
Mereka rela berpisah dengan dunia dan takut akan fitnah
Mereka melihat kedalamnya dan saat mereka tahu
Bahwa dunia bukanlah negeri untuk kehidupan
Mereka pun menjadikannya hanya sebagai perairan luas
Mereka mulai melakukan amal saleh dan menjadikannya sebagai bahtera diatasnya
~Imam Syafi’i
Sungguh, jika manusia memahami betul bahwa dalam Al-Quran selalu disebutkan bahwa sesungguhnya dunia hanyalah tipu daya, permainan dan senda gurau, tentu mereka tidak akan mengejarnya. Karena dunia tergenggam oleh orang-orang yang mengejar kehidupan abadi, kehidupan akhirat. Seandainya mereka mau memikirkannya.

Nasab Imam Syafi’i

imam-syafii
Imam Syafi’i dilahirkan pada tahun 150 Hijriah, di Ghaza, Palestina (Riwayat Hakim melalui Muhammad ibn Abdillah ibn Al Hakam. Ia berkata, “Kudengar Syafi’i bertutur, ‘Aku dilahirkan di Ghaza, kemudian ibuku memboyongku ke Asqalan'”.
Nama lengkap Imam Syafi’i adalah Abu abdillah Muhammad ibn Idris ibn al-Abbas ibn Utsman ibn Syafi’ ibn al-Sa’ib ibn “Ubaid ibn Abd Yazid ibn Hasyim ibn Muthalib ibn Abdi Manaf. Akar nasab Syafi’i bertemu dengan nasab Nabi Muhammad saw., tepatnya pada moyangnya yang bernama Abdi Manaf.
Abdi Manaf adalah moyang nabi Muhammad saw yang memiliki empat putera :
1. Hasyim, (darinya terlahir Nabi Muhammad saw)
2. Muthallib, (darinya terlahir Imam Syafi’i)
3. Naufal, (kakek dari Jabir ibn Muth’im)
4. Abd Syams, (kakek moyang Bani Umayyah)
Dengan demikian, nasab keluarga Muhammad ibn Idris ibn Abdullah al-Syafi’i bertemu dengan nasab Nabi, tepatnya pada Abdi Manaf sebagai kakek moyang Nabi Muhammad.
Ada sebuah syair tentang nasabnya Imam Syafi’i :
Nasabnya seakan disinari mentari pagi
Dan menjadi tiang bagi lentera
Di dalamnya hanya para pemuka dan putra para pemuka
Yang terhormat, mulia dan bertakwa

Jangan Berhenti Belajar

imam-syafi-i
Imam syafi’i adalah seorang imam yang hidupnya penuh dengan ilmu dan amal, dan tentu saja, seorang pembelajar yang tidak pernah berhenti mencari ilmu.
Belajarlah! Seseorang tidak dilahirkan sebagai orang alim
Pemilik ilmu tidak seperti seorang bodoh
Pemimpin satu kaum yang tidak memiliki ilmu
Terlihat kecil jika dikelilingi pasukannya
Orang yang kecil ditengah suatu kaum
Jika berilmu, ia terlihat besar di masyarakatnya
~ Imam syafi’i

Cara Membuka Hati

membuka-hati
Jika ada sebuah khalwat yang diperbolehkan dan dianjurkan oleh Imam Syafi’i, maka hanya dengan Allah sajalah kita berkhalwat. Niscaya hati akan terbuka, seperti dalam syairnya :
Siapa yang ingin hatinya dibukakan Allah dan berikan hikmah maka ia harus berkhalwat, mengurangi makan dan tidak bergaul dengan orang-orang bodoh serta membenci orang alim yang tidak adil dan tidak berakhlak
~ Imam syafi’i

Kekayaan jiwa

Imam Syafi’i terlahir miskin dan sejak kecil sudah menjadi anak yatim, tapi beliau memiliki jiwa yang kaya karena kezuhudannya.
Jika kau mau hidup kaya maka jangan puas dengan satu keadaan
Kecuali jika kau puas dengan yang lebih sedikit darinya
~ Imam syafi’i
Related Post :

Syair Untuk Perantau

Source : Camel-Trekking-Merzouga-Sahara-Desert
Imam syafi’i adalah cendekiawan muslim yang cerdas. Kecerdasannya dalam berbahasa menjadikan beliau unggul dari teman-temannya dibidang ilmu dan fiqih karena ia banyak mendapatkan ilmu sastra dari gurunya, Imam Malik dan dari ulama-ulama lainnya. Imam syafi’i  menuliskan syair tentang merantau yang termahsyur :
Orang yang berakal dan berbudaya takkan tenang berdiam di satu tempat
Karena itu, tinggalkanlah kampung halaman dan mengembaralah!
Pergilah, niscaya kau akan menemukan ganti dari orang yang kau tinggalkan
Dan berusahalah karena kenikmatan hidup ada dalam usaha
Aku melihat genangan air dapat merusak air tersebut
Sekiranya air itu mengalir, niscaya ia menjadi baik, jika ia diam maka ia menjadi rusak
Seekor singa, jika tidak meninggalkan hutan, ia tidak akan menjadi buas
Anak panah, jika tidak meninggalkan busur, ia tidak akan mengenai sasarannya
Jika matahari selamanya tetap pada orbitnya
Niscaya orang Arab dan non-Arab akan bosan melihatnya
Emas itu seperti tanah jika dibiarkan di tempat aslinya
Dahan yang jatuh ke tanah hanya akan menjadi kayu bakar
Jika seseorang mengembara maka pencariannya akan mulia
Jika ia mengembara maka ia akan mulia seperti emas
~ Imam syafi’i

Nilai Seorang Manusia

kabah manusia
Imam syafi’i berpesan tentang sebuah nilai manusia, bahwa nilai manusia itu terletak pada ilmunya, bukan pada pakaian yang tampak pada manusia, Berikut adalah syair Imam Syafi’i
Aku mengenakan pakaian yang jika semuanya kujual
Niscaya menghasilkan uang yang banyak
Dalam pakaian itu ada satu napas jika dibandingkan dengan
napas-napas orang yang berpenyakit paru-paru maka ia lebih besar
Merusak sarung pedang takkan merusak ketajaman pedangnya
Meski pedang itu patah sepanjang sarungnya
~ Imam syafi’i

Apabila Mereka Tahu Akan Hal Ghaib

Imam-Syafii
Orang yang lelah hidup akan pergi ke suatu negeri
Sementara kematian terus mengintainya dari negeri itu
Orang yang tertawa padahal kematian melihatnya dari atas kepala
Sekiranya ia tahu hal ghaib, ia akan mati karena kesedihannya
Siapa yang tidak diberi pengetahuan tentang hari esok
Apa yang ia pikirkan tentang rezeki esok yang masih jauh?
~Imam Syafi’i

Tidak ada komentar:

Posting Komentar